by Anis Ayuni
Raihana... pertama kali kutatap wajahmu, ada getar yang menusuk di kalbu. Saat itu, hanya suaramu yang bisa melunakkan mimpiku. Meskipun tawamu nampak bahagia, mengapa bening mata itu bersalut duka? Andainya kau pernah terluka, izinkan aku mengubatinya. Namun, jawapanmu sering menyongsang makna. Tinggal harapanku tergapai-gapai, kau biarkan begitu sahaja .Puas kukikis namamu. Lelah jasadku dek tipu...
(more)